Blog

Blog Terbaru

Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

Cahaya Raudhah Tour and Travel – Apa sebenarnya hikmah yang bisa kita dapatkan jika melaksanakan ibadah haji atau umroh? pada kesempatan ini kita akan belajar dan membahas tentang hikmah pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Pembahasan kali ini akan menggunakan beberapa hadis dan ayat Al-Quran sebagai referensi. Yuk ikuti pembahasannya.

 

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Penghapus Dosa dan Bukti Loyalitas Kepada Allah

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan bahwa melaksanakan umroh setelah berhaji dapat menghapuskan dosa dan kefakiran. berikut hadisnya : 

تَابِعُوا بين الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفيانِ الفقرَ والذنوبَ ، كما يَنفي الكيرُ خَبَثَ الحديدِ والذهبِ والفضةِ ، وليس للحجةِ المبرورةِ ثوابٌ إلا الجنةُ

 

“Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umroh (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Dan tidak ada (balasan) bagi (pelaku) haji yang mabrur melainkan surga.” (HR Imam at-Tirmidzi).

Dalam hadis lain, Nabi juga menjelaskan bahwa menjalankan ibadah umroh setelah umroh dapat juga menghapuskan dosa. Maksudnya disini adalah menjalankan umroh yang kedua. Berikut hadisnya : 

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

 

Artinya : Dari Abu Hurairoh, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Dari satu umrah ke umrah yang lain adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannnya melainkan Surga.

Lalu pertanyaannya bagaimana dengan orang yang belum berhaji atau belum melaksanakan umroh sebelumnya? Kita bahsa poin pertama dahulu. Apakah boleh melaksanakan umroh sebelum haji? jawabannya adalah boleh. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat dari Ikrimah, pernah menunaikan umroh sebelum haji. Berikut hadisnya: 

 

أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ خَالِدٍ سَأَلَ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ الْعُمْرَةِ قَبْلَ الْحَجِّ، فَقَالَ : لَا بَأْسَ. قَالَ عِكْرِمَةُ : قَالَ ابْنُ عُمَرَ : اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ

Baca Juga  Mengenal Keutamaan Ziarah di Tanah Suci: Edukasi Sebelum Berangkat

Artina: Bahwa Ikrimah bin Khalid bertanya kepada Ibnu Umar RA tentang melaksanakan umrah sebelum haji. Maka Ibnu Umar menjawab, “Tidaklah mengapa.” Ikrimah berkata, berkata Ibnu Umar RA, “Nabi ﷺ melaksanakan umrah sebelum haji.” (HR Bukhari no 1651)

Jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa melaksanakan umroh sebelum haji bisa kita lakukan. Lalu jika sebelumny belum pernah umroh, apakah mendapatkan fadhilah berupa penghapusan dosa? Tentu bisa. Dalam sekali keberangkatan umroh, kita bisa melaksanakan beberapa kali prosesi umroh. Jadi kita akan tetap mendapatkan fadhilah tersebut.

Prosesi umroh disini maksudnya adalah menjalankan seluruh rukun dan syarat umroh dari awal Ihram hingga akhir, yaitu Tahalul. Setelah itu, kita masih bisa mengulangi prosesi yang sama dan terhitung sebgai umroh kedua.

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Pelajaran Keikhlasan dan Totalitas

Hikmah pelaksanaan ibadah haji dan umroh selanjutnya adalah mendapatkan pelajaran tentang keikhlasan dan totalitas. Mari kita bahas lebih lanjut

“Dan tidaklah haji itu melainkan mengerjakan amal saleh.” (QS. Al-Baqarah: 196) 

Ibadah haji mengajarkan kepada kita tentang pentingnya keikhlasan dan totalitas dalam beribadah. Jamaah haji harus meninggalkan segala kesibukan dan keduniawian, berpakaian sederhana, dan menahan hawa nafsu. Hal ini merupakan bentuk keikhlasan dan totalitas dalam beribadah kepada Allah SWT.

Berbicara tentang keikhlasan, umroh ataupun haji hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang ikhlas dan mau berkorban. Oleh karenanya, para ulama menyandingkan pahala umroh dan haji dengan jihad berdasarkan sebuah hadis yang mengatakan bahwa haji dan umroh merupakan bagian dari jihad.

Baca pembahasan lengkapnya di : Kenapa Kita Harus Umroh : Mendapatkan Ganjaran Setara Jihad

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Kesetaraan dan Persaudaraan Islam

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10) 

Di Tanah Suci, semua umat Islam adalah sama. Tak ada lagi perbedaan ras, suku, atau status sosial. Semuanya mengenakan pakaian ihram yang sama dan tunduk kepada Allah SWT. Oleh karenanya hikmah dari pelaksanaan ibadah haji dan umroh salah satunya adalah mengajarkan kita tentang pentingnya persaudaraan Islam.

Dalam prosesi umroh, kita akan melihat berbagai perbedaan yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan. Nabi Muhammad SAW sangat mengutamakan persatuan umat seperti pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas R.A.

 

عن ابن عباس، قال: خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم في مرضه الذي مات فيه، عاصب رأسه بخرقة، فقعد على المنبر ، فحمد الله وأثنى عليه، ثم قال: «إنه ليس من الناس أحد أمن علي في نفسه وماله من أبي بكر بن أبي قحافة، ولو كنت متخذا من الناس خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ولكن خلة الإسلام أفضل، سدوا عني كل خوخة في هذا المسجد، غير خوخة أبي بكر»

Baca Juga  Tips Praktis Menjaga Kesehatan Jantung Selama Perjalanan Umroh

 

Artinya : …… “Orang yang harta dan persahabatannya paling dekat denganku adalah Abu Bakr. Seandainya aku diperintahkan untuk memilih kekasih, maka aku akan memilih Abu Bakr sebagai kekasih, tetapi yang lebih penting adalah persaudaraan sesama muslim. Tutuplah semua pintu masjid kecuali pintu Abu Bakr” (H.R. Bukhori : 467)

Dalam hadis di atas, Rasulullah sedang menyanjung sahabatnya Abu Bakr. Beliau mendekatkan rasa kasihnya kepada Bakr dengan Persaudaraan sesama muslim. ini menunjukkan betapa Rasulullah sangat menutamakan persaudaraan sesama muslim sebanding dengan kasihnya terhadap Abu Bakr. Wallahu a’lam

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Mengasah Kesabaran dan Ketahanan

“Dan sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155) 

Pelaksanaan ibadah haji dan umroh tidak selalu berjalan lancar. Jamaah haji harus menghadapi berbagai tantangan, seperti perjalanan jauh, cuaca terik, dan berdesak-desakan. Namun, di balik tantangan tersebut, tersimpan hikmah. Maka dari itu, hikmah dari pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang bisa kita ambil adalah belajar untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan serta menguatkan diri untuk mencapai tujuan.

kesabaran, ketahanan, dan pengorbanan yang dikerahkan oleh para jamaah haji maupun umroh sangat besar. Hingga pengorbanan-pengorbanan yang ada bisa disandingkan dengan berjihad menurut para ulama berdasarkan sebuah hadis yang mengatakan bahwa haji dan umroh merupakan salah satu dari jihad.

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Mengenal Diri dan Memperbaiki Hubungan dengan Allah

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di dalamnya orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (QS. 

Pelaksanaan ibadah haji dan umroh memberikan ruang bagi kita untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Di tengah kesunyian malam di Mina, di saat tawaf mengelilingi Ka’bah, kita berdialog dengan hati, merenungkan kesalahan, dan memperkuat ikatan dengan Allah.

Momen umroh dapat kita gunakan untuk berintrospeksi diri apakah kita sudah layak dikatakan sebagai khalifah? Apakah kita layak menjadi makhluk yang dibanggakan Allah kepada para malaikat? Setiap orang yang dapat melakukan renungan dan introspeksi diri dengan baik, pasti akan mendapatkan hikmah pelaksanaan ibadah haji dan umroh ini.

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Mengingat Kematian dan Kehidupan Akhirat

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu meneguhkan hati para nabi, “Janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada-Ku. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”” (QS. Ali Imran: 173) 

Baca Juga  Check List Fasilitas untuk Wisata Halal Dunia: Panduan Lengkap untuk Liburan Nyaman

Wukuf di Arafah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji. Jamaah haji berkumpul di padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah. Wukuf di Arafah mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan akhirat. Sebuah momen dimana kita benar-benar menghayati arti takwa dan rasa takut kepada Allah.

Baca Juga : Persiapan Mental Sebelum Haji atau Umroh

Hikmah Ibadah Haji dan Umroh : Menghayati Kisah Para Nabi dan Rasul

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Thaha: 43) 

Saat melempar jumrah, kita mengenang perjuangan Ibrahim melawan bisikan setan. Saat berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah, kita teringat kegigihan Hajar mencari air untuk Ismail. Setiap rukun yang kita kunjungi, setiap langkah yang kita tempuh, ibadah haji dan umroh mengajak kita untuk menghayati kisah para nabi dan rasul yang lahir untuk menyampaikan petunjuk kepada umat manusia. Oleh karena itu, poin ini dapat menjadi hikmah dari pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Hikmah : Memperkokoh Iman dan Memperluas Wawasan

Bertemu dengan Muslim dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda membuka mata kita terhadap luasnya umat Islam. Kita belajar menghargai perbedaan, memahami perspektif baru, dan memperkokoh keyakinan kita. Setiap perbincangan di Masjidil Haram, setiap doa bersama di Padang Arafah, memperluas wawasan dan memperkuat bangunan iman kita.

Hikmah : Memurnikan Niat dan Menumbuhkan Keikhlasan

“Barangsiapa yang mengerjakan haji karena Allah, tidak berkata keji dan tidak berbuat fasik, maka ia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan ibunya.” (HR. Bukhari Muslim) 

Jauh dari hiruk-pikuk duniawi, kesibukan dan ambisi pribadi, pelaksanaan ibadah haji dan umroh mengajak kita untuk memurnikan niat dan menumbuhkan keikhlasan. Di tanah haram, segala kepentingan egoistis terkikis, digantikan oleh semangat beribadah semata-mata untuk Allah. Suasana spiritual yang kental ini menjadi katalis pemurnian hati, mendekatkan kita dengan hakikat ibadah yang sejati.

Hikmah : Memberi Makna Baru pada Kehidupan

Pulang dari Tanah Suci, jejak kaki mungkin memudar, namun jejak spiritualnya akan terus terpatri dalam hati. Kita kembali dengan pandangan hidup yang baru, lebih bersyukur, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap sesama. Pelaksanaan ibadah haji dan umroh bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan transformasi diri, pemurnian jiwa, dan pembaharuan ikrar keislaman.

Kesimpulan

Hikmah pelaksanaan ibadah haji dan umroh tak terhitung jumlahnya. Layaknya samudra luas, ia menyimpan kedalaman makna yang tak mungkin kita jelajahi dalam sekali penyeberangan. Namun, setiap langkah kaki di tanah haram, setiap tetes air mata khusyuk, adalah bekal tak ternilai bagi perjalanan panjang kehidupan kita.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kesempatan untuk meraih hikmah agung dari pelaksanaan ibadah haji dan umroh, membuka pintu rahmat, dan mengantarkan kita kembali ke tanah air sebagai insan yang lebih taat, lebih ikhlas, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga : Bacaan Doa Kepulangan Umroh

Dapatkan segera paket umroh dengan harga dan fasilitas terbaik di Jawa Barat. Cahaya Raudhah juga menyediakan berbagai pilihan paket umroh plus dengan fasilitas bintang 4. Hubungi call center kami atau pelajari layanan kami pada halaman layanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Recent Posts

  • All Post
  • Blog
  • Edukasi Islam
  • Fiqih Umroh
  • Haji
  • Info Umroh Plus
  • News
  • Review Paket Umroh
  • Review Wisata Halal
  • Tips Umroh
  • Uncategorized
  • Wisata

PT. Cahaya Raudhah

Jl. Ukong Sutaatmaja, Cigadung, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211

© Created by Cahaya Raudhah Tour and Travel

Buka Chat
Cahaya Raudhah
Assalamualaikum

Ada yang bisa kami bantu?

Hubungi Kak Sandra (admin) untuk informasi lebih lanjut..